Tangkuban Perahu terletak di Kota Bandung bagian utara. Kurang lebih 35 km dari pusat kota. Cukup naik 2 kali angkot Anda bisa langung sampai ke tempat wisata. Kalau Anda wisatawan luar Bandung, jarak ke lokasi lebih dekat. Ketika memasuki Kota Bandung (dari Cimahi) Anda dapat langsung belok ke kiri menuju Lembang. Dari Lembang hanya sekitar 12 km menuju Tangkuban Perahu.
Waktu itu saya dan teman saya -Imam- berangkat dari Bogor menuju Bandung dengan mengendarai sepeda motor lewat Puncak-Cianjur. Jadi, perjalanan agak sedikit makan waktu -6 jam perjalanan-. Di tengah perjalanan kami sempat beberapa kali berhenti karena tiba-tiba saja hujan deras mengguyur sepanjang Jl. Raya Puncak. Walaupun sudah memakai jas hujan, kami tetap tak berani melanjutkan perjalanan. Karena jarak pandang kami saat itu hanya 5 m, tak berani kami mengambil risiko. Hujan reda dan perjalanan kami lanjutkan. Sampai Cianjur jalanan masih lengang -waktu itu pukul 17.00-. Suasana agak sedikit berubah ketika kami memasuki Kabupaten Bandung Barat. Volume kendaraan mulai bertambah banyak seiring orang kantor pulang dari kerja. Jalanan sangat padat waktu itu sehingga kami baru bisa sampai kediaman kerabat saya di Jl. Soekarno-Hatta pukul 19.30. Hari pertama di Bandung kami habiskan untuk istirahat.
Hari kedua
Setelah shalat subuh dan mandi -biasanya saya tidak berani mandi pagi-pagi karena udara yang dingin sekali, tapi sekarang Bandung sudah tidak seperti dulu lagi, mungkin karena terkena dampak global warming- kami langsung menyantap kuliner "Bubur Bandung". Sekilas tak ada perbedaan dengan bubur biasanya. Namun setelah kami coba ternyata bubur bandung punya rasa yang khas, rasa asin dari kecap dan bau sedap dari seledri mendominasi indera pengecap. Tak berapa lama setelah menyantap bubur bandung, kami mencoba "surabi". Makanan tradisional khas Bandung yang terbuat dari tepung beras yang dijadikan adonan kemudian dimasak tanpa minyak dengan wadah tanah liat ini menjadi makanan wajib bagi para wisatawan. Perut sudah terisi, sekarang tiba saatnya menuju target utama perjalanan kita kali ini: Tangkuban Perahu. -bersambung-
Hari kedua
Setelah shalat subuh dan mandi -biasanya saya tidak berani mandi pagi-pagi karena udara yang dingin sekali, tapi sekarang Bandung sudah tidak seperti dulu lagi, mungkin karena terkena dampak global warming- kami langsung menyantap kuliner "Bubur Bandung". Sekilas tak ada perbedaan dengan bubur biasanya. Namun setelah kami coba ternyata bubur bandung punya rasa yang khas, rasa asin dari kecap dan bau sedap dari seledri mendominasi indera pengecap. Tak berapa lama setelah menyantap bubur bandung, kami mencoba "surabi". Makanan tradisional khas Bandung yang terbuat dari tepung beras yang dijadikan adonan kemudian dimasak tanpa minyak dengan wadah tanah liat ini menjadi makanan wajib bagi para wisatawan. Perut sudah terisi, sekarang tiba saatnya menuju target utama perjalanan kita kali ini: Tangkuban Perahu. -bersambung-
